aresto in-depth

my words,my opinions

Akhir Sebuah Kita (?)

Posted by aresto on August 15, 2006

Pernah berantem ? atau paling ngga pernah ikut beladiri dan dalam latihan harus sparing dengan teman seperguruan ? Saat fight, teori yang selalu diajarkan biasanya seperti berikut: badan menghadap ke arah samping dan tidak membuka ke arah lawan; tangan selalu dalam posisi melindungi bagian vital seperti kepala dan torso; sedapat mungkin tubuh harus selalu bergerak menghindar dari jalur serangan lawan dan mencoba masuk ke wilayah jangkauan sambil mencari celah di pertahanan lawan.

Sebagai manusia, di usia kita sekarang pastinya sudah sadar bahwa hidup adalah sebuah pertarungan tiada henti. Kita otomatis terlahir ke sebuah medan perang maha luas bernama dunia yang pertempurannya berakhir bagi kita ketika kita mati. Sebuah perang yang merupakan kepanjangan dari janji Iblis untuk terus menggoda keturunan Adam.

Kata kawan tae-kwon-do gue yang juga seorang bekas Ketua Salam saat doliochagi-nya sukses bikin dada saya sesek, “Akhi, sama seperti waktu kite fight, nyang namanya ujian dan godaan itu selalu ngincer titik terlemah kite,”.

Beberapa minggu ini gue ngerasain sendiri diuji melalui kelemahan utama gue. Ngga perlu disebutlah kelemahan utama gue apa, gue yakin teman-teman yang baca sudah paham semua :) ) Selama beberapa lama gue secara sadar ngerasa bagaimana hati nurani gue terus melancarkan protes keras terhadap apa yang gue lakukan. Di lain pihak, selalu terasa ada bisikan yang membuat gue perlahan makin permisif melanggar apa yang selama ini gue yakini dan bahkan gue ajarkan ke orang lain. Terasa sekali di saat-saat seperti itu kita tuh bener-bener sendirian karena sebanyak apapun nasehat yang datang melalui orang lain akhirnya keputusan ya-tidaknya selalu di diri loe sendiri.

Yang jelas setelah kini berhasil (mudah-mudahan…) melewati ujian tersebut dengan sebuah keputusan tegas ada perasaan lega luar biasa. Ini kali ya pengalaman “those who search the light must risk the darkness” yang dibilang oleh Ustadz Agung *sorry nih Tad…ane paham ente ngomong dalam konteks mempelajari sejarah Islam dari sumber2 Barat, tapi boleh dong ane pake di konteks ini :) *

Yang gue sesali dari selesainya penggalan ini adalah dalam prosesnya gue harus menyakiti hati seorang wanita. Buat F (ngikutin Andri), maaf ya gue mungkin terkesan egois dengan segala penjelasan panjang tentang prinsip-prinsip gue dan tidak lebih peduli pada perasaan kamu. Kamu harus ngerti ada hal-hal yang ngga mungkin gue kompromikan. Maafin gue yang seharusnya tahu lebih baik tidak memulai ketimbang mengakhirinya tiba-tiba dengan cara ini. Gue yakin one way or another pengalaman ini jadi pelajaran buat diri kita masing-masing. Terima kasih, kalo boleh gue beranalogi kamu seperti sebuah jalan rahasia di balik belukar yang berujung di sebuah taman indah di sana ada sebuah bangku tempat aku bisa menghabiskan waktu membaca sambil mendengarkan suara alam sesekali saat mataku lelah dengan huruf aku alihkan pandangan ke hijau daun dan rumpun bunga atau aku rebahkan tubuhku di rumput menatap awan sambil berpikir tentang sebuah entri di blog kawan Uyo sampai suatu waktu aku sadar ada jalan lurus dan tujuan menunggu di ujung entah sana.


Currently listening to:I Will Survive-Cake, The Scientist-Coldplay, Boys Don’t Cry-The Cure, Fix Me-Coldplay

Jono: Ye, kayaknya lagu pilihan loe temanya sama gitu…kasian deh loe
AY: At least show some symphaty, u no good fren
Jono: I tell u what…let’s sing together
AY: Which song
Jono:Mmmm..definetely The Scientist, it’s totally klop
AY-Jono: Nobody said it was easy, no one ever said it would be so hard ….

~wa amma mankhoofa maqooma robbihii wanahannafsa anil hawaa, fainnal jannata hiyal ma’waa

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>