aresto in-depth

my words,my opinions

Kibar Bendera Hijau di Palestina

Posted by aresto on August 15, 2006

Minggu ini dunia dikejutkan dengan kabar kemenangan Hamas dalam pemilu Palestina. Walaupun sudah diprediksi akan meraih suara yang signifikan dalam pemilu parlemen pertama Palestina itu, tidak ada yang menyangka Hamas akan mencetak landside victory dari faksi Fatah. Hamas berhasil unggul di semua distrik pemilihan, mendominasi parlemen dengan raihan 76 kursi dari 132 kursi yang diperebutkan. Jika semula banyak pengamat yang meramalkan sebuah pemerintahan koalisi, hasil Pemilu membuat Fatah langsung mundur dari pemerintahan dan memutuskan menjadi oposisi.

Amerika, spontan menanggapi dingin kemenangan Hamas itu dengan mengatakan tidak akan berbicara dengan pemerintah Palestina yang mengandung unsur Hamas. Sekali lagi bukti standar ganda mengingat Hamas menjadi pemenang dalam sebuah sitem demokrasi yang diagung2kan Amerika. Sementara itu Israel, yang sejak semula sudah waswas akan hasil pemilu Palestina berkomentar senada dengan Amerika, dan bertekad tidak akan berdialog dengan entitas teroris.

Hamas menang karena memang berhasil merebut hati rakyat Palestina. Ketika otoritas Palestina yang didominasi Fatah memberikan janji2 semu perdamaian sementara tembok-tembok Israel justru semakin tegak, Hamas konsisten menyuarakan Palestina merdeka sebagai the final solution. Ketika petinggi Fatah sibuk berkonflik dan memperkaya diri sendiri, Hamas giat membangun balai pengobatan dan toko sembako murah. Citra sebagai gerakan Islam yang bersih, konsisten dan peduli membuat rakyat Palestina lebih memilih untuk menyerahkan mandat mereka pada Hamas.

Menjadi ruling party tentunya punya tantangan berbeda dibanding yang selama ini dilakoni Hamas. Sebagai sebuah organisasi yang dicap teroris oleh Amerika, dunia terutama akan mengawasi bagaimana Hamas memainkan seni diplomasi dalam melanjutkan proses “perdamaian” dengan Israel. Menarik untuk mencermati bagaimana nantinya Hamas mengartikulasikan harga mati kemerdekaan Palestina dalam posisi sebagai otoritas resmi Palestina. Bagaimana Hamas akan merangkul faksi-faksi Palestina untuk bekerja sama juga akan menjadi masalah pelik bagi Hamas. Selain itu, tentu saja Hamas juga tidak boleh melupakan rakyat Palestina yang menaruh harapan besar akan perbaikan.

Yang harus direnungi adalah kemenangan Hamas menjadi pengingat bahwa dunia berputar, waktu berlalu, dan semua berjalan menurut Jadwal.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>