aresto in-depth

my words,my opinions

Minggu 3 : Kita Begitu Tak Berdaya ?

Posted by aresto on August 15, 2006


Serangan Israel ke Libanon sudah memasuki minggu ketiga. Mesin-mesin perang Israel tak kenal ampun memenuhi janji seorang panglimanya untuk memutar jam di Libanon mundur 20 tahun ke belakang. Hampir semua kota di Libanon merasakan hebatnya kerusakan yang ditimbulkan arsenal Yahudi. Penduduk sipil seperti biasa menjadi pihak yang paling menderita, sejak awal serangan sudah lebih dari 600 orang penduduk sipil Libanon jadi korban. Yang paling mutakhir, 55 orang yang setengahnya anak-anak terkubur hidup-hidup ketika sebuah rudal Israel meratakan gedung tempat mereka mengungsi di desa Qana.

Penculikan seorang prajurit mereka dijadikan alasan Israel untuk membuka perang 2 front, setelah sebelumnya melancarkan ofensif ke Gaza yang sampai sekarang juga belum berakhir. Otoritas dunia tak berdaya bahkan ketika jelas-jelas Israel kelewat batas, menggunakan otot militernya untuk memberikan hukuman kolektif dan pembunuhan indsikriminan. Sementara, pemerintah negara-negara Arab lebih sibuk berhitung kepentingan masing-masing sambil mengangkat-angkat isu sektarian, seakan konsep keadilan mengenal Sunni-Syiah.

Seperti biasa, AS mengambil sikap “pokoknya bela Israel”. Ketika dihadapkan pada tuntutan untuk memaksa Israel menghentikan serangan dan memberlakukan gencatan senjata, Condi dan Bush mengulang-ulang mantra bahwa perdamaian yang berkelanjutan tidak akan dapat diwujudkan sebelum akar masalah di Libanon -yaitu Hizbullah- dibuat lumpuh untuk selama-lamanya. Perang Irak yang telah berlangsung 5 tahun dan tidak menunjukkan tanda-tanda usai (perhatikan fakta bahwa jangka waktu dari hari ini ke peristiwa 9/11 lebih lama dari rentang waktu dari pengeboman Pearl Harbor sampai penyerahan tanpa syarat Jepang) gagal memberi pelajaran pada AS tentang bagaimana menyikapi konflik di Timteng. Memprioritaskan penumpasan Hizbullah sebagai bagian dari mengurangi pengaruh Iran di kawasan, oleh banyak pengamat AS dan Israel justru dinilai menguatkan posisi Hizbullah. Bush terlalu gelap mata dan dengan mudah menyamakan Hizbullah, Hamas, dan Al Qaeda. Padahal di mata rakyat Libanon dan Palestina, Hizbullah dan Hamas lebih dari sekadar pejuang bersenjata. Bagi rakyat, kedua organisasi ini mungkin melakukan lebih banyak buat mereka dibanding sebagian besar dunia yang selama ini memalingkan wajah. Hamas dan Hizbullah jelas bukan lawan sebanding bagi angkatan bersenjata Israel, tapi dengan menunjukkan kemampuan bertahan di hadapan badai gempuran Israel sebenarnya Hamas dan Hizbullah justru meraih poin-poin kemenangan. Simpati dan dukungan umat Muslim di seluruh dunia semakin memuncak, sementara yang dituai oleh Israel dan AS adalah amarah dan dendam yang menunggu waktu meledak.

Ya Allah aku mohon ampun karena jauh dari berjihad di Palestina. Mungkin termasuk mereka yang dibilang Hasyim Muzadi akan masuk angin duluan sebelum sampai di sana. Sampai di sana pun pasti akan bikin repot, karena tak punya pengalaman tempur sementara harus berhadapan dengan muda-mudi Israel yang terlatih dan bersenjata canggih. Ya Allah mohon ampun juga karena donasiku ke sana jelas tak sebanding dengan konsumsiku. Yang tersisa mungkin qunut nazilahku yang pastinya tak akan bisa menghadang laju Merkava atau membelokkan GBU-28, tapi membuatku yakin bahwa semua ini bagian dari Jadwal, janjiMu pasti benar, dan pertolonganMu dekat.

3 Responses to “Minggu 3 : Kita Begitu Tak Berdaya ?”

  1. Kombor said

    Aresto, kok tanggal posting 15 Agustus semua hari ini? Itu post date atau tanggal hari ini yang dipasang?

  2. fh al j said

    just wanna noe.saya ingin tahu.siapakah hizbullah dan siapakah hamas?
    adakah perlu kita boycot products yahudi?is it relevant?

  3. aresto said

    Siapa hizbullah siapa hamas cari di google aja ya. Panjang bener kl gue harus dijelasin di sini.

    Boikot produk yahudi berasal dari argumen “if we’re helpless militarily at least we can harm them economically” Memboikot produk Yahudi setidaknya berkontribusi pada mengurangi pendapatan Israel dari produk2nya. Relevankah ? Ya terserah sih, kl gue mending gak minum Coke daripada mikir duit yang gue beliin Coke sekian persennya ternyata buat beli amunisi fosfor putih.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>