aresto in-depth

my words,my opinions

Nasehat Tanggal Muda

Posted by aresto on August 15, 2006

Alkisah, di masa keemasan Babylon hidup seorang pemuda bernama Arkad. Ketika tumbuh besar dia memperhatikan bagaimana kekayaan, walaupun tak selalu menciptakan kebahagiaan, pasti meningkatkan kualitas hidup. Kekayaan memungkinkan untuk membeli rumah bagus, mengisinya dengan perabotan berkelas, memakai pakaian indah, membangun kuil untuk dewa, mengarungi lautan, atau mencicipi makanan eksotis dari negeri jauh. Arkad bertekad bahwa dia tidak akan menjadi orang miskin, melainkan menjadi seseorang yang menjadi “tamu di sebuah perjamuan kenikmatan.”

Berasal dari keluarga miskin, Arkad tidak memiliki warisan, dan sadar harus berusaha keras dan belajar cara menjadi kaya. Dia mulai bekerja menjadi juru tulis, menyalin undang-undang, catatan keuangan, atau apapun sesuai pesanan kliennya ke atas tablet tanah liat.

Suatu hari , sebagai imbalan untuk kerja sulit yang membuatnya harus lembur semalaman, Arkad meminta kliennya, seorang rentenir, untuk mengajarkannya rahasia uang. Kliennya setuju, dan di pagi harinya menjawab dengan sebuah kalimat “sebagian pendapatanmu harus menjadi milikmu”

Arkad, bingung dengan singkatnya jawaban si rentenir, memerlukan beberapa hari sebelum sadar apa yang dimaksud oleh kliennya. Biaya dan tetek bengek hidup dengan cepat menghabiskan pendapatannya selama ini, membuatnya menjadi budak pekerjaan dan mendapat penghasilan hanya untuk bertahan hidup. Akan tetapi, dengan menyisihkan paling tidak 10% dari pendapatan dan menandainya “bukan untuk pengeluaran”, seiring waktu jumlah itu akan membesar, dan membuatmu mendapatkan uang tanpa perlu bekerja.

Mengikuti nasihat itu, Arkad mulai menabung dan menabung. Tak terasa jumlah simpanannya semkain besar. Si rentenir yang mendengar cerita sukses Arkad akhirnya mengajaknya untuk menjadi partner bisnis dan berbagi keuntungan dengannya

Itulah cerita Arkad, yang kemudian terkenal sebagai orang terkaya dari Babylon

***

Cerita di atas mengawali rangkaian cerita tentang Arkad, Orang Terkaya di Babylon, yang ditulis George S. Clason di tahun 1926. The Richest Man in Babylon ditulis di saat hampir tak ada buku di zamannya yang berisi tentang personal finance management. Buku itu termasuk literatur abadi tentang menabung, berinvestasi, dan kecakapan finansial. Kabarnya, Kiyosaki menjadi seperti yang kita kenal karena terinspirasi oleh buku itu.

~menuliskan yang tiba2 teringat ketika tercenung melihat angka di layar ATM :D *waks tinggal segitu…*

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>