Kaya Visi, Miskin Implementasi
Posted by aresto on December 4, 2006
Gue dan Anjar punya klub yang anggotanya cuma kami berdua, klub itu sering kami refer sabagai Klub Kaya Visi-Miskin Implementasi. Klub tanpa bentuk karena agendanya lebih sering sporadis dan iseng-iseng mengisi waktu luang (dan waktu kerja). Pernah kita punya rencana untuk bikin agenda rutin, tapi batal karena itu berarti menyalahi nama klub itu sendiri. Kami kan harus konsisten..kaya visi miskin impelementasi
Paling sering sih kita ngobrol di waktu makan siang. Ini pun agak jarang karena sebagai auditor berpangkat strip satu kita lebih sering nongkrong di klien. Makanya setiap kita bisa makan siang bareng tuh rasanya bikin ketagihan. Apa sih yang kita obrolin ? Tentu saja tentang berbagai visi yang miskin impelemntasi. Kita bisa bincang seru tentang rencana bisnis, terutama terkait dengan opportunity yang kita lihat di klien. Wah kalo udah gitu kadang kita bisa semangat ngebahas apa value yang kita tawarkan, gimana marketingnya, sampai action plan untuk launch tuh bisnis. Kadang kita bahas juga ide-ide gila yang asik untuk dikerjain, contohnya nih karena sama-sama gila nulis kita sering berencana membuat buku dengan topik yang menurut kita bakal mencerdaskan masyarakat sekaligus laris manis di pasaran. Terus mana hasilnya ? sekali lagi klub kita namanya kaya visi miskin implementasi
Selain sewaktu makan siang, kita gue dan Anjar juga sering terjerumus ke obrolan asyik ketika salah satu dari kita bertemu dengan obyek-obyek yang inspiring. Biasanya sih success stroy individu gitu deh, contoh yang paling baru adalah waktu gue ngebaca biografi Pahala Kencana(?), CFO Bank Mandiri yang umurnya baru 35. Kalo success story individu gini biasanya sih biasanya bikin kita menelisik career pathnya tuh orang hebat, terus sok2 bikin rencana buat career path kita.
Oh ya kadang-kadang Anjar suka cerita juga sih soal pernikahannya yang baru berumur seminggu. Terus kita ngobrol-ngobrol deh soal lokasi rumah atau kendaraan idaman. Kalo Anjar udah cerita gantian gue yang cerita soal…(eits ga di sini deh). Pokoknya untuk soal satu ini Anjar sudah melewati tahap tanpa implementasi.
Gue pikir-pikir bicara visi menyenangkan karena bikin kita teralih sebentar dari masa kini. Tapi, tidak bisa benar-benar lepas dari kekinian karena kemudian kita harus tetap menimbang kondisi-kondisi kini. Makanya obrolan gue n Anjar sering berlangsung seru karena melihat masa depan dengan perspektif visioner bikin kita semangat menjalani hari ini. Setidaknya jadi tidak lupa kalau mimpi hari ini boleh jadi kenyataan esok hari. Hmmpf….jadi kangen nih gue sama Anjar, udah lama ngga ketemu. Beda dengan gue yang kliennya seputar Gatsu, Anjar kedapetan klien-klien eksotis di ujung-ujung Indonesia
Ada yang mau ikutan Klub Kaya Visi Miskin Implementasi ?

papabonbon said
mau dong oom.
btw, sampean kenapa masih pake badge journalist wanna be, bukannya udah jadi it auditor di ey juga ?
Aresto said
ya karena kerjaannya it auditor, jadi journalistnya wanna be
Bioskop mini di Bogor « Anjar Priandoyo, IS auditor said
[...] Hingga akhirnya orang Bogor inilah yang mengimplementasikan ide ‘brilian’ ini
, dan ada juga yang hanya kaya visi tapi miskin implementasi [...]
kunderemp_a.k.a_Narpati said
Mahasiswa miskin boleh ikutan gak? Gabung dong!!
Kaya visi miskin implementasi: re-brand! « Anjar, Kaya Visi Miskin Implementasi said
[...] tag ini diambil dari tulisan aresto, yang entah mengapa meninggalkan kesan yang sangat mendalam buatku, bagus banget. Mengawali tahun [...]