Betawi Punye Gaye ?
Posted by aresto on May 23, 2007

Kemarin, terjadi dua kali bentrokan yang melibatkan ratusan orang massa dari Forum Betawi Rempug(FBR) dan Ikatan Keluarga Betawi(IKB). Kedua massa yang mempersenjatai diri dengan batu, sapul, dan sajam ini berperang tanding di sekitar Pasar Kebayoran Lama. Bentrokan berdarah yang menewaskan dua orang anggota FBR itu ditengarai berpangkal pada rebutan jatah kutipan uang keamanan pedagang dan lahan parkir di sekitar pasar.
Kejadian-kejadian seperti ini walaupun mungkin sudah jadi bagian dari keseharian kita di Indonesia, selalu saja membuat gue marah. Kenapa kita sebagai masyarakat gagal membebaskan diri dari belenggu premanisme? Kenapa aparat negara yang katanya negara hukum ini membiarkan organisasi preman merajalela ?
Film-film Guy Ritchie seperti Lock, Stock, and Two Smoking Barrels atau Snatch membawa kita ke sisi dunia yang asing buat kita. Sisi dimana reason tidak punya tempat, karena logika yang berlaku sesederhana “siapa kuat dia menang”. Bahasa pun sia-sia, karena di sana peluru atau kepal tinju lebih efektif dari kata-kata. Gue melihat dari dunia semacam itulah FBR, IKB, dan organisasi preman lainnya berasal. Salah satu sebab kenapa nyali kita sontak ciut ketika berhadapan dengan mereka, seperti penduduk Baghdad ketika berjumpa kawanan Mongol.
Kenyataan bahwa preman-preman itu menggunakan simbol identitas seperti Betawi atau haji justru semakin menambah jijik. Karena sepak terjang mereka menegaskan bahwa identitas itu dipakai cuma sebagai topeng. Kalau Bang Pitung masih hidup sekarang, mungkin dia akan secara pribadi meng-gibeng preman-preman ini. Lha, dia berani mati ngelawan kumpeni, eh orang-orang yang ngaku Betawi ini malah menjajah bangsa sendiri. Kurang susah apa coba pedagang pasar tradisional ? Dihajar hipermarket, dibakar pemda, eh masih diperas pungli juga.
Gue mendukung aparat untuk dapat tegas memberangus organisasi preman di Jakarta. Kalo bisa galak sama “teroris” harusnya bisa galak juga ke organisasi preman. Teroris menyebar ketakutan karena alasan ideologis, sementara begundal2 itu lebih jahat karena menyebar ketakutan untuk mencari duit. Untuk para calon gubernur Jakarta, gue tantang juga untuk bisa membebaskan warga dari belenggu preman. Jangan malah merapat dan berakrab2 untuk mencari dukungan basis massa. Karena ngga mungkin mengajak warga untuk angkat senjata, kepada aparatlah harapan Jakarta bebas preman digantungkan. Atau kita harus menunggu datangnya Rama Superman Indonesia ?
Posting ini memang dimaksudkan untuk menyebar kebencian kepada organisasi preman dan semua anasir pendukung penindasan

Sasongko Budi said
Hiks2 kita ini emang hidup di negara preman. Nggak cuman preman beneran mas.. Pejabatnya ‘preman’, Politisinya ‘preman’. Polisinya pun ‘preman’ kan? Hiduplah negriku, hiduplah premanku …
aresto said
Jadi ngga ada harapan nih Mas Bud ?
~Rama, di mana engkau ?
wikan said
saya usul gimana kalau preman2 dikumpulkan di satu pulau dan diadu sampai orang terakhir mati. jadi pedagang2 pasar aman dari gangguan preman2.
aresto said
Pengennya sih begitu Bang Wikan, tapi kok jadi seperti lagu Imagine…
fau said
kalau polisi banci, saya berharap organisasi2 preman ini makin sering bentrok hebat, tetapi tengah malem aja biar nggak mengganggu orang lain.
Kalau bisa, sekali bentrok yang mati jangan cuma 2 orang, 200 orang sekalian. Biar mengurangi jumlah sampah masyarakat. Mungkin kalau polisi takut sama mereka, polisi bisa membantu dg mengisolir lokasi bentrok dan menyuplai senjata yg lebih mematikan pada 2 belah pihak
Luciana Spica Almilia said
Ulasan yang lugas. Tapi preman bukan milik orang dewasa aja lho … buktinya kasus siswa yang ada di Yogyakarta apakah bukan salah satu bukti kepremanan he he he Miris juga liatnya …. Salam dari Surabaya. Saya link juga blognya di blog saya. Thanks(www.spicaalmilia.wordpress.com)
edratna said
Yang diperlukan adalah ketegasan dari pimpinan….setuju untuk memberantas preman.
Aresto kuliah di Yogya kan? Dulu, preman Yogya yang dikenal dengan nama “gali” membuat takut masyarakat…kemudian muncul “petrus” (penembak misterius), yang membuat para gali ketakutan dan tak berkutik. Masalahnya, petrus dinilai bertindak di luar tatanan hukum.
Jadi perlu didorong pemerintahan adil, lugas, tegas, disiplin dan berani menghukum. Maka pilihlah calon yang berani bertindak tegas…agar Jakarta bebas dari preman, atau paling tidak tak merajalela seperti saat ini….
aresto said
Buat Fau: Hmm tapi jangan lupa ada sudut pandang lain untuk masalah ini. Kalo pake kalimatnya MetroTV, “premanisme adalah anak haram pembangunan”. Bner juga sih, dengan kondisi ketimpangan pendidikan dan lapangan kerja yang sempit, buat orang2 itu memasuki dunia gelap bukan masalah pilihan tapi lebih ke survival mode. Ingat kan salah satu karangan Gibran yang cerita ttg seorang pemuda tak berpendidikan dari strata sosial rendah yang bolak-balik ditolak ketika mencari pekerjaan. Kecewa, dia mematahkan cabang pohon di sebuah persimpangan tempat dia istirahat kemudian memutuskan untuk menggunakan cabang itu sebagai senjata untuk merampok orang yang lewat.
Itulah, penegakan hukum tak akan berpengaruh kalau masalah perut orang banyak ngga diseriusi oleh pemerintah
Buat Mbak Luci: Monggi Mbak, makasih sudah mampir.
Buat Ibu Edratna: Sepakat, mudah2an warga Jakarta cukup cerdas untuk memilih calon yang tepat. Yang jelas saya sih tidak sreg dengan dua calon kuat yang sekarang. Untung saya bukan warga Jakarta. Oh ya saya kuliah di Fasilkom UI
papabonbon said
@ aresto : mbak fau itu anak itb, dan s2nya UI. sekarang lagi S3 di jepun ekonomi. pindah jalur dari geologi. dia thesisnya hubungan antara demokratisasi dgn pembangunan. something like that lah.
@ mbak fau : aresto ini kadernya ikhwan lho. sayangnya yg bisa berpikir kritis. khawatir aja, aresto kena hujat kiri kanan, oleh sesama anggauta partai yg tidak mampu berpikir dewasa.
elan100cs said
the way i see it..
this is happening because people are desperate..
desperate about living..
desperate about the future, etc
when there is nobody they trust to turn to
so they stick together in order to fight for their needs..
Anjar priandoyo is Lifeauditor Negoisasi dengan preman? « said
[...] Tentang FBR dan preman-preman betawi: Mungkin ini preman paling sulit diatasi dengan massa solid dan ‘ideologi’nya. Posted in Negosiasi. [...]
kuntil said
FBR = Front Betawi Reseh….. preman berkedok dan sok suci, sok paling benar, sok paling berkuasa dan i hate them
gundul pacul said
guru kencing berdiri, preman boker berlari…
preman kroco semata2 hanya mencontoh itu orang2 gak mutu yg suka nongol & nyapnyap di tv..
pendidikan kita kronis…. semua orang ukurannya cuma 1: cepat kaya
lasril said
gini nih bang gw sebernye mao sering buat masukin situs ane di tempat abang dan begitu juga sebaliknye nanti alamt situs abang ade juga di tempat ane gitu, pegimane ane situsnye ngomongin kaos Betawi Punya, kalo mao liat situs ane http://palelo.wordpress.com ya … pengen ngelestariin produk jakarte sih tujuannye …..
ane tunggu kabarnye bang. . .
Matt said
Gue mendukung aparat untuk dapat tegas memberangus organisasi preman di Jakarta.
Mendukung dengan cara apa, Oom?
Sebatas menyebar kebencian?
Hehehhe.
aresto said
Penting tuh bos, banyak orang yg belum benci
Buktinya masih mau kampanye bareng. Aye mah jijay deh
Horas said
FBR ; Front Betawi Reseh.. Front Betawi Gila’
isinya betawi2 yang terkenal sialan dan gak tau malu. yang kaumnya mayoritas pengangguran yang paling banter jadi tukang ojek , makelar tanah n rumah, ngebet jadi RT dan RW, Paling ngetop jadi Ustad yang tukang Kawin.
Betwi yang punya duit 500rebu aja udah bingung mau kawin lagi.
Premanisme Kampungan otak kosong.
PERLU DIBINASAKAN
Horas said
FBR ; Front Betawi Reseh.. Front Betawi Gila’
isinya betawi2 yang terkenal sialan dan gak tau malu. yang kaumnya mayoritas pengangguran yang paling banter jadi tukang ojek , makelar tanah n rumah, ngebet jadi RT dan RW, Paling ngetop jadi Ustad yang tukang Kawin.
Betawi yang punya duit 500rebu aja udah bingung mau kawin lagi.
Premanisme Kampungan otak kosong.
PERLU DIBINASAKAN
dogel said
woy kampret lo jgn asal ngomong tentang Betawi satu luka luka semua..ati ati kalo ngebacot.. bisa bisa lo nanti kena sedot
CACARICA said
FBR dan FORKABI
Isinya anak iblis..
HAHAHAHAHA
Jalidu said
FBR jangan jadi pahlawan kesiangan,dulu waktu dijajah kompeni orang-orang betawi itu kemana kok sampai orang2 jawa dengan organisasinya yang terkenal yaitu “MATARAM” nglurug sampai ke Betawi, lha sekarang FBR bilang bahwa orang betawi sekarang sudah terdesak oleh kemajuah jaman dan banyaknya pendatang di Betawi. aahhh itu kata2 kuno dari dulu memang Betawi sudah terdesak dan orang2nya tidak punya nyali banyak bacot serta tingkah tapi tidak ada tindakan yang jelas. Aku mengomentari ini tidak mengejek atau menghina tapi ini kenyataan ,coba bandingkan dengan daerah2 lain hanya orang Betawi sangat sedikit jadi perantau karena apa ya itu tadi TIDAK PUNYA NYALI, saya yakin kalo FBR bertindak semena-mena bagi pendatang di Betawi,suatu saat akan ada kumpulan tandingan kumpulan orang2 tandingan dari berbagai daerah yang berani melawannya. Dari lokasi saja sudah tidak menguntungkan mudah dikepung seandainya terjadi bentrokan. Sekali lagi buat FBR sudahi saja gaya sok jago sudah jadul dan tidak artinya bagi orang2 pendatang di Betawi.
lasril said
kali kali dong buka http://palelo.wordpress.com
PENASAN COBA AJA GRATIS
jack 179 said
emang dunia preman kaya gitu
kaga di pasar kaga di birokrat, gimane preman yang ada di daerah lain isalnye arek suroboyo, daeng makassar, nyong ambon, dll yang didaerahnya sangat menguasai. Kasus sampit di sambas itu merupakan bukti putra daerah sangat menguasai daerahnya. Masih bagus ente dikasih peluang ame orang betawi yang kaga pernah usil sam kaum pendatang. Jangan menafsirkan secara berlebihan kalau anda tidak pernah pergi ke daerah lain. Wilayah lain dari mulai Bupati, kapolres sampai kapolsek harus orang daerahnya masa betawi kaga boleh. Ente bahlul alias jagul…………..
Salam rempug Ampe Mati…..ane dukung FBR meski ane bukan FBR
yunus said
pada dasarnya setiap ormas itu bertujuan baik, dgn tujuan dan visi yg baik pula,hanya saja para anggota dari oramas tsb tidak berprilaku sesuai dengan aturan ataupun pedoman yg ada dlm ormas itu sendiri, bahkan justru ber tentangan. itulah yg terjadi pada ormas “FBR”. coba anda cari tau tentang aturan-aturan ataupun visi yg sebenarnya dari ormas tersebut….!
nhaira cantik said
@kuntil said heh betawi ga rese adanya lo yg rese
dasar lo norak ga tau fbr ssapa yg ngediriin nya aja kh. besar dasr bego………..
@cacarica said lo tu yang anak iblis lo gatau apa sapa fbr
nhaira cantik said
@horas said heh babi ustad fbr ga seperti apa yang lo bilang
dasar lo gila