aresto in-depth

my words,my opinions

Bagaimana EY Menilai Karyawan

Posted by aresto on July 2, 2007

Beberapa hari belakangan, selain pekerjaan waktu gue juga tersita untuk proses performance evaluation(PE). Ini proses tahunan internal EY yang dilakukan untuk mengevaluasi setiap karyawan, dan selanjutnya menentukan promosi karyawan itu. Gue akan share sedikit tentang proses itu disini, untuk menunjukkan contoh bagaimana proses kemajuan karir di sebuah firma international berbentuk partnership bekerja, dan poin2 kinerja karyawan yang dianggap penting.

Proses PE dimulai dengan tahap engagement review, setiap karyawan diminta untuk melakukan self-assesment terhadap pekerjaan yang telah dilakukan untuk empat engagement yang menyita waktu lebih dari 80 jam kerja. Untuk membantu self-assesment, sebuah form standar digunakan lengkap dengan poin2 kinerja yang harus diberi nilai(poin2 akan dibahas di bawah). Untuk tiap poin, gue diminta untuk memberi nilai dalam range antara Need Improvement sampai Exceptional. Setelah mengisi sendiri selesai, form yang sama kemudian harus didiskusikan dengan senior/manager in charge di setiap engagement tersebut. Sebagai reviewer, senior gue akan mengevaluasi kinerja gue di engagement itu kemudian memberi nilai dari sisi dia untuk setiap poin.

Proses selanjutnya adalah annual performance summary. Di sini gue membuat skor rata2 dari empat engagement tersebut kemudian menuliskan poin2 yang menurut gue menjadi kekuataan, poin2 yang perlu ditingkatkan, serta sedikit ulasan tentang minat karir gue ke depan. Beda dengan engagement review, di tahap ini gue mendiskusikannya dengan counselor gue. Counselor adalah senior yang ditunjuk menjadi semacam mentor selama kita bekerja di firma, dan bertanggung jawab menyediakan bimbingan karir. Berdasarkan diskusi, counselor kemudian akan memberikan semacam rating keseluruhan atas kinerja gue.

Sebagai pamungkas, dilakukan apa yang disebut round table meeeting. Untuk membahas “nasib” gue, rapat dilakukan dengan dihadiri counselor, senior yang menilai engagement review, dan manajer yang membawahi kita untuk setiap engagement. Dalam rapat itu, setiap pihak membahas dokumen engagement review dan annual review gue, kemudian mengungkapkan penilaian masing2 tentang kinerja gue. Penilaian tidak terbatas pada pakerjaan, tapi juga sisi-sisi subyektif. Di rapat inilah kemudian diputuskan apakah gue akan dipromosikan atau tetap pada level yang sekarang.

Supaya lengkap, berikut poin2 yang dianggap penting oleh firma seperti EY dan dilihat sebagai faktor penentu promosi lancarnya karir seorang karyawan:

  • Client satisfaction, sebagai firma yang sifatnya client-serving, EY menuntut hubungan baik, penguasaan atas bisnis klien.
  • Ensures quality Tidak ada tempat untuk pekerjaan asal jadi. Semua work deliverables harus memenuhi standar tinggi, jelas, terorganisir, dan tidak membtuhkan banyak perbaikan ketika di-review.
  • Expertise Memiliki standar keahlian yang cukup sebagai IT auditor, paham dan fasih dalam menggunakan metodologi dan standar audit firma.
  • Team orientation & communicationKarena semua engagement adalah team work, semua dituntup memiliki kualitas pribadi sebagai seorang team player
  • Coaching & managing Sesuai posisinya, setiap karyawan harus memiliki kualitas sebagai manajer dan mampu berperan sebagai coach bagi anak buahnya.
  • Counselling & mentoring Yang ini terkait hubungan counselor-counselee. Ada keterbukaan untuk meminta bimbingan karir ketika menjadi counselee. Sebaliknya, counselor harus proaktif dalam pengembangan karir semua couselee-nya.
  • Recruitment & mentoring Hehehe…karena EY turn over-nya sangat tinggi, kemampuan mendapatkan “korban” baru dan kualitas pribadi yang mendukung retensi(betahnya orang lain) jadi bahan penilaian.
  • Knowledge Sedikit beda dengan expertise, poin ini terkait dengan kemampuan mengolah dan memanfaatkan knowledge yang kita peoleh dalam engagement, termasuk kemampuan memanfaatkan teknologi dan tools terkini dalam audit.
  • Self development Diharapkan tidak mandeg, karyawan punya keinginan untuk berkembang dengan memelihara sikap belajar dan terus mengevaluasi diri.
  • Project management Kemampuan untuk bekerja secara efektif dan efisien. Dapat menentukan prioritas dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
  • Business development & sales Punya kemampuan sebagai sales untuk layanan firma. Mampu mengendus kebutuhan klien sebagai peluang bisnis yang dapat diuangkan :)
  • External/ Internal Initiatives Yang terakhir, setiap karyawan harus memiliki inisiatif untuk menjalin network yang sehat dengan sejawatnya di firma maupun organisasi2 profesi.

Mudah2an cukup bermanfaat untuk dijadikan masukan dalam menghadapi career warfare masing-masing.

16 Responses to “Bagaimana EY Menilai Karyawan”

  1. edratna said

    Aresto,
    Berarti sistem di E&Y udah berjalan secara transparan. Dan memang ini yang harus disadari karyawan, hasil kinerja kita dinilai secara terbuka, berdasar standar dan sistem yang telah disepakati dan disosialisasikan terlebih dahulu, sehingga masing-masing orang dapat menilai dirinya sendiri.

  2. Nelly Winata said

    Jakarta, 18 Juli 2007

    Dear EY,

    Saya mo tanya kalo saya sebagai lulusan BiNus tahun 2003 dengan jurausan Komputer Akuntansi apakah bisa bekerja di EY?

    Apakah benar bekerja di EY sama dengan kerja rodi, karena banyak teman saya mengatakan kerja di kantor akuntan publik yang besar butuh mental baja dan waktu yang tidak terbatas dengan gaji yang kecil. Maaf jika pertanyaan saya terlalu terus terang, saya hanya ingin mengetahui dengan jelas. Terima kasih.

    Hormat saya,
    Nelly Winata

  3. Aresto said

    Dear Nelly,

    Sebelumnya perlu dicatat kalau gue cuma seorang IT auditor di EY dan apapun yang gue tulis tentang EY merupakan opini pribadi gue dan TIDAK mewakili EY sebagai sebuah institusi.

    Tentu saja latar belakang kuliah Nelly akan sangat membantu jika Nelly memilih untuk berkarir sebagai IT auditor, baik di KAP maupun di perusahaan lain. Cukup banyak juga kok lulusan dari almamater Nelly yang menjadi rekan atau junior gue di divisi IT audit EY.

    Kalau soal kerja rodi, mm ngga dong kan udah bukan jaman Jepang :D Menurut gue EY tetap salah satu tempat terbaik untuk belajar. Bekerja di Ey berarti punya akses ke knowledge base global yang sangat berharga, kurikulum pendidikan yang bagus, dan kemungkinan mengetahui jeroan company2 terbesar di Indonesia.

    Soal gaji kecil ? well, the sky is the limit kalo udah urusan gaji. Berapa sih gaji yang memuaskan itu ? pastinya setiap orang beda2.

    Soal wakut kerja tidak terbatas ? Itu tergantung setiap orang. I have a life too, for example. Dan gue ngga akan mau kehidupan gue didefinisikan cuma dengan kerja gue. Justru jadi tantangan bagaimana manajemen pribadi bisa mengatur work-life balance :)

    OK, good luck ya Nel

  4. Nelly Winata said

    Dear Aresto,

    TQ untuk penjelasannya….
    Sangat memusakan dan membantu…

  5. Nelly Winata said

    Dear EY,

    Nelly mo tanya apa persyaratan yang diperlukan untuk menjadi seorang IT auditor? TQ….

  6. Aresto said

    Dear Nelly,

    Kalo soal persyaratan dasar sih rasanya standar aja:
    - English
    - lulusan S1 Akuntansi, atau IT

    Itu aja sih, nanti kan kalau sudah diterima pasti ada training2 dengan kurikulum sesuai kerjaan.

    semoga menjawab

  7. Nurkholisoh Ibnu Aman said

    Wah, jadi terkenang masa-masa PE dulu hehe..

    Jadi gimana PE nya, promote ngga? BTW, masih ada yg double-promote ngga?

    94.1256

  8. acha said

    tulisan2 nya cukup menarik…..
    CISA nya dah dapat?

  9. aresto said

    Thanks..

    Rencana sih ngambil Desember ini…iA

  10. acha said

    boleh tukeran resource material CISA……gw ada banyak, cuman CISA manual review 2008 blon ada….lu punya? boleh tukeran?….thanks

  11. aresto said

    Auditor juga ? Di mana ?

    YM aja di comradetoto@yahoo.com

  12. hasmi ardi said

    Aresto, kalo seleksi EY sudah sampai tes wawancara 1 gagal, bisa nggak mencoba ikut tes seleksi lagi.

  13. Novri said

    To..ikut CISA review or belajar sendiri?? mendingan mana ya bro?? – OPI NF

  14. wisnums said

    Wah ternyata poin performance appraisal di EY jauh lebih banyak dari PwC ya … mmm

  15. hrina said

    senengnya……… apa yang dikerjakan bisa dinilai atau ada funish and rewardnya. dikantor gw belum ada tuh.:( dan sekarang gw diasih PR untuk membuat formatnya, cuma masalahnya gw bingung apa yang gw pelajari dibangku kuliah ga mudah dipraktekin di kantor gw. ada saran ga? atau ada contoh form penilaiannya ga? tapi gw juga khawatir mungkinkah perubahan itu terjadi di kantor gw soalnya selama ini untuk masalah reward(kenaikan gaji dan bonus) dipukul rata kesetiap karyawan. btw klo mo kirimin contoh form nya dan saran-saran lainnya bisa email ke hrina_kusuka@ymail.com , sorry jadi curhat deh :) thanx be4

  16. melan said

    mas aresto mau tanya, saya kn masuk EY lewat jalur top 10 graduated university gt..apa betul setelah masa probation 6 bulan qt msh pny kesempatan tuk jadi karyawan tetap disana?yang pasti qt di review dlu kn performance qt gmn?? dasar evaluation-nya yg mas sebutin diatas itu ya??
    hmmm..takutnya stlh 6 bln qt ga bs lanjut lg…hikz..
    sampe2 tmn2ku berprasangka buruk gt,jgn2 stlh 6 bln qt ditendang lg dr EY..kn 6 bln trakhir ni pstinya lg kbanjiran klien n job makanya recruit byk org….smoga ga betul ya..
    thx be4 mas

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>