aresto in-depth

my words,my opinions

Lembur Kuring

Posted by aresto on July 18, 2007

Seperti yang pernah dibahas di blog-nya Anjar, semua orang tahu kalau gue dan Anjar punya reputasi sebagai dua orang auditor yang hampir selalu pulang tepat waktu. Gue bahkan punya semacam SOP sendiri: 5.25, menutup semua windows; 5.27 shutdown sambil membereskan prentilan ke dalam tas; 5.30, angkat kaki sambil tak lupa bilang “Duluan ya semua, thank you.”

Gue sama sekali ngga merasa bersalah dengan kebiasaan pulang cepat itu, karena memang tidak ada yang salah dengan itu. Walaupun hampir pasti pulang lebih dulu dari senior atau manajer gue, gue menganggapnya bukan masalah karena gue selalu komit tidak pernah pulang meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. So, no harm’s done.

Karena kebiasaan pulang tepat waktu itu, gue selalu beranggapan lembur muncul karena kesalahan manajemen kerja. Gampangnya, loe lembur karena memang loe merencanakan untuk lembur, dan sebaliknya. Pastinya, ngga semua orang setuju dengan pendapat gue ini. Pernah gue ngomong pendapat gue itu ke seorang temen gue yang bekerja di bagian IT sebuah perusahaan telco, dia langsung menukas “Ngga gitu juga, To. Gimana kalo memang workload-nya memang ngga mungkin diselesaikan tanpa lembur ?”

Nah, di situ sebenarnya issue-nya. Gue ngga ada masalah kalau lembur harus dilakukan karena itu satu2nya cara agar kerjaan selesai. Workload super banyak, waktu terbatas, tangan loe cuma dua… ya wajar dong lembur. Yang gue ngga sreg adalah kalo loe lembur karena tidak efisien dalam memanfaatkan waktu. Atau loe lembur karena blunder dalam manajemen proyek yang berakibat workload tiba2 menumpuk menjelang deadline. Lebih salah lagi kalau loe lembur karena mengejar uang lembur, dan merekayasa cara kerja loe sehingga seakan-akan butuh lembur.

Gue nulis begini, karena Jumat kemarin untuk pertama kalinya gue harus ngga pulang karena harus lembur. Ngga tanggung2 gue n beberapa rekan ngga tidur semalaman n baru selesai kerja tepat jam 5 pagi hari Sabtu. Mungkin karena gue ngga terbiasa kerja malam, kalo boleh jujur sih terasa banget ngga efektifnya. Walaupun ngga ngerasa ngantuk, tapi kerasa banget badan sebenarnya bingung kenapa jam 2 pagi masih di depan laptop. Belum lagi cape yang datang esok harinya gara2 jam biologis kacau.

Setelah pengalaman itu, gue makin yakin kalau yang namanya berpanjang2 lembur itu sebisa mungkin dihindari. Bukan dengan menolak kerjaan, tapi memastikan kerjaan diatur dengan baik dan memaksa diri kita sendiri bekerja efektif sepanjang jam kerja. Jangan sampe deh ngga pulang lagi….

7 Responses to “Lembur Kuring”

  1. zidanie said

    Kalo dalam opini saya, capek dan ga efektifnya kerja di malem hari begadangan itu mungkin terjadi karena 2 hal:
    1. Badan terlalu lelah setelah bekerja seharian
    2. Jam biologis yang memang berbeda dari biasanya (kayak jetlag kalo naik pesawat)

    Walaupun semangat kerja full, kalo kita emang sudah terlalu lelah saya percaya kerja apa saja akan ga efektif. Even hanya sekedar ngebolongin kertas, masukin folder dan ngejilid report. Di waktu exhausted seperti itu badan harus diistirahatkan demi kesegaran kembali.

    Selain itu, jam biologis yang berbeda juga berpengaruh ke kadar konsentrasi kita. Mungkin mas Aresto sudah sangat terlatih bekerja penuh dengan konsentrasi di business hours dan otak telah terlatih untuk stop setelah business hours. Sedangkan saya pernah menemui seorang kawan yang baru bisa benar-benar kerja efektif diatas jam 5 sore. Alasannya, pas business hours banyak gangguan.. telp dari sana lah, dipanggil si itu lah.. Bagi orang seperti itu mungkin justru kebalikannya dari pendapat mas Aresto

  2. nuri sadida said

    waaww.. nyindir banget tho, lembur demi uang lembur

  3. amir said

    Semoga berhasil dengan “tidak lembur”-nya Kamerad. :D

    Since day one in Balikpapan siklus kehidupan [red: judul blog gw] sudah berubah drastis.

    Sampe akhirnya PM gw bertanya kenapa gw gak pernah online pagi s.d. siang. :D

  4. Fajar said

    Wah gw setuju bgt sama elo, to. Gile lo curhat kejadian kemaren sampe masukin blog segala ya. hahahaha… Bersyukurlah wahai kalian yang selalu bisa pulang on-time. Ingat masih ada saudara2 seperjuangan kita yg kurang beruntung alias selalu pulang malam. :P

    Ingat kata chief happiness officer : “Happy hour is 9 to 5″.

    Semoga sukses selalu… bersama EY :)

  5. Fajar said

    tambahan:
    9 to 5 maksudnya jam 9 pagi sampe jam 5 sore, bukan jam 5 pagi hari berikutnya ya. :D

    peace

  6. papabonbon said

    happy hour itu lembur karena di suruh boss buat standby, in case kita harus kasih service. dan silakan di charge ke lemburan, kata si boss expat tadi.

    maklum customer kita dari timur tengah yg hari kamis dan jum’at malah libur. sementara mereka sabtu minggu malah masuk kerja biasa.

  7. boy said

    wedeh, orang sini kerjanya malahan ngelembur mulu.
    aneh emang, dan begonya, ikut2an lagi…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>