aresto in-depth

my words,my opinions

Don’t Gain The World and Lose Your Soul

Posted by aresto on September 17, 2007

Di tembok sebelah halte Semanggi, sebaris grafiti ditulis dengan pilox hitam yang membuatnya kalah mencolok dibanding grafiti lainnya. “Don’t Gain The World and Lose Your Soul”, begitu bunyinya. Entah siapa yang menuliskannya, seakan ingin menyampaikan sebaris hikmah pada ribuan orang yang tiap hari lalu lalang di salah satu lokasi paling ramai di Jakarta. Berapa orang yang tidak abai membacanya? Berapa yang berhenti sejenak untuk memikirkan pesannya?

Si penulis grafiti mungkin berbagi kegelisahan yang sama dengan Nabi yang pernah mengungkapkan kekhawatiran beliau terhadap meluasnya cinta dunia sepeninggal beliau. Kekhawatiran yang beralasan karena beliau tahu dunia punya segala hal yang membuatnya mudah dicintai. Cinta yang pada gilirannya membuat dunia bukan hanya jadi tujuan, bahkan kompas dan peta diri. Maka muncullah sosok2 zombie yang selalu lapar, berpikir pendek, ingin enaknya saja, dan sama sekali tak punya idealisme dalam bentuk apapun. Selayaknya zombie, mereka telah kehilangan “soul” mereka, seperti yang diperingatkan grafiti tadi.

Ada pengalaman menarik sewaktu berwisata ke pantai Sumur yang mengingatkan gue pada sebuah tamsil populer tentang fananya dunia. Sewaktu di pantai, salah satu kesibukan gue adalah mengumpulkan kulit kerang yang begitu beragam rupanya. Setiba di rumah gue mengeluarkan satu plastik besar kulit kerang dari carrier gue, yang sampai sekarang belum gue sentuh lagi karena tidak terpikir sama sekali kegunaannya. Begitulah, kadang kita kehilangan kendali dan sibuk dengan sesuatu yang sama sekali tak ada artinya. Usaha klta jadi tak berarti bukan karena kita tak berusaha, tapi justru karena kita salah dalam menentukan mana yang penting-mana yang remeh, mana yang untuk hari ini-mana yang untuk hari kemudian.

Gue selalu ngerasa saat puasa di bulan Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mengkailbrasi kembali peralatan navigasi kita. Sambil berisitrahat untuk mengatasi kelelahan batin, memperbanyak audiensi dengan Ilahi untuk berkonsultasi tentang tujuan dan jalan yang sudah kita pilih, sambil tak lupa mendalami kembali atlas-Nya.Toh akhirnya sepanjang apapun jalan yang kita tempuh, kita akan kembali padaNya.


You’re going to meet at the same door;
You’re going to know the real score – in the end
-In The End, Yusuf

One Response to “Don’t Gain The World and Lose Your Soul”

  1. Iems said

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Hi..To. pakabar? masih inget sama temen lama kah?
    kalau beberapa tahun yang lalu aku baca blog kamu tentang yang ini mungkin hanya sampai pada tahap paham dan ngerti pakai otak, mampir ke hati truss jadi lamunan sebelum tidur dan belajar, jadi bait untaian doa truss ga tau dan ga mampu untuk menjadi bagian dari doa-doaku itu, tetapi alhamdulillah Alloh ga pernah “nyia-nyiain” semua harapan yg kita gantungkan pada kemurahan-Nya, harapan aku dan mungkin orang-orang yg ga aku ketahui…Alhamdulillah…dan terima kasih pada unknown person…semoga Rahmat-Nya selalu tercurah pada mereka..amien..

    Tulisan Aresto yg satu ini aku suka….bisa nyampe maksud terdalamnya…btw km nulisnya pake hati banget kayanya…hehehee

    teruskan To, menulis dengan pemahaman fikir dan nurani …karena hati hanya bisa disentuh pakai hati (dalam konteks judul postingan kamu ini).

    Terimakasih telah memberi sedikit pencerahan lagi hari ini…
    selamat berbagi….selamat berkarya..hingga bisa kamu persembahkan sebuah bekal termanis dari hasil perantauan di persinggahan sementara yang fana ini…kekeabadian kampung halaman terakhir nanti…the real world..

    Jia You

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    -Herwari Primasdini-

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>