aresto in-depth

my words,my opinions

Archive for October, 2007

Pleto Saba Bandung (1)

Posted by aresto on October 22, 2007

Sementara banyak orang kembali merasakan panasnya “neraka” jalanan Jakarta saat kembali bekerja Senin ini, gue justru terbebas untuk sementara. Dengan bahagia gue memulai pagi ini di Bandung, terhindar dari pahitnya pengalaman komuter Depok-Semanggi. Terasa lebih segar karena masa tiga minggu sebelum Lebaran gue habiskan dalam engagement di sebuah perusahaan retail di Cikokol. Tiga minggu pula puas merasakan panjangnya perjalanan pp Depok-Cikokol (dengan bis umum lho, boleh dicoba dijamin mak nyus). Pokoknya kabar bahwa gue ditugaskan ke Bandung terasa seperti pengalaman nirwana (berlebihan), apalagi gue ditugaskan karena faktor kebetulan. Kebetulan temen gue Arif mutusin untuk menolak ditugaskan keluar kota karena istrinya sedang hamil tua.

Di Bandung, rencananya sampai akhir Desember gue akan terlibat dalam engagement yang menangani perusahan telco flag carrier Indonesia. Memanfaatkan layanan shuttle service, gue berangkat ke Bandung setiap hari Minggu sore dan kembali ke Jakarta Jumat sorenya. Jujur aja nih, menilai dari akomodasi yang gue terima saat ini kayaknya sih bakal menikmati masa kerja di Bandung ini. Mungkin karena terakhir keluar kota gue kebagian di tengah hutan Sampit, jadi sekarang agak mengalami gegar akomodasi. Tapi, gak sampe mempengaruhi independensi lho :p

Di samping seneng2nya, secara pekerjaan sendiri engagement ini cukup menantang. Yang jelas ini special project jadi gue bisa jeda sebentar dari rutinitas audit support. Ditambah lagi, manager in-charge di proyek yang ini bekas manager gue yang kemudian pindah ke EY-AU. Harapannya sih dia bisa menularkan pengalaman2 di EY-AU.

Oke, nanti gue sambung lagi kalau ada waktu. Mudah2an sih suasana dan kerjaan di Bandung bisa memperbaiki kembali semangat gue yang sempat melemah belakangan ini.

Posted in Office Hours | 5 Comments »

Semblep

Posted by aresto on October 9, 2007

Semblep! Spontan batin gue ketika mendengar berita itu (itu disini terpaksa dibuat rahasia). Dari mana asal kata semblep?Gue juga ngga tahu. Mungkin bagian dari banyak kata2 Jawa yang sering gue dengar dari mbah gue. Bisa jadi juga semblep tidak terdapat dalam kosa kata mana pun dan lebih merupakan adaptasi asal dari bunyi seperti jepret atau kecebur. Yang jelas gue bisa menjelaskan berbagai situasi dimana kata itu tepat untuk menggambarkannya.

Gue teringat waktu kecil bulan puasa, di masa petasan tidak termasuk terorisme. Sehabis tarawih setelah bosan kejar2an dan saling pukul dengan sarung, teman gue mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Dan kita semua berkumpul dengan antusias melihat tangannya menggenggam petasan seukuran kepalan. Di pinggir lapangan di bawah pohon rambutan, kita lirak-lirik memastikan tak akan ada orang dewasa yang datang mengganggu. Ditaruhlah petasan itu di bawah pohon, kemudian teman gue menyalakan korek api dan menyulut sumbu petasan. Serentak kita semua berlari agak menjauh, mata tak lepas dari pijar api yang perlahan memakan sumbu. Sebagian menutup kuping, kita menunggu letusan itu. Bunyi “duaaaar” dahsyat yang siap kita sambut dengan letupan kegembiraan yang entah dari mana datangnya. Tunggu punya tunggu….sumbu telah habis tapi ledakan itu tidak pernah datang. Yang ada cuma sebentuk asap putih yang seperti meledek.

Ketika hal luar biasa yang kita antisipasi, belakangan terbukti biasa saja. Ketika harapan tinggi digantungkan, kemudian dibanting berkeping2 oleh kenyataan. Semblep !

Posted in ABCs of Life | 7 Comments »