Sementara banyak orang kembali merasakan panasnya “neraka” jalanan Jakarta saat kembali bekerja Senin ini, gue justru terbebas untuk sementara. Dengan bahagia gue memulai pagi ini di Bandung, terhindar dari pahitnya pengalaman komuter Depok-Semanggi. Terasa lebih segar karena masa tiga minggu sebelum Lebaran gue habiskan dalam engagement di sebuah perusahaan retail di Cikokol. Tiga minggu pula puas merasakan panjangnya perjalanan pp Depok-Cikokol (dengan bis umum lho, boleh dicoba dijamin mak nyus). Pokoknya kabar bahwa gue ditugaskan ke Bandung terasa seperti pengalaman nirwana (berlebihan), apalagi gue ditugaskan karena faktor kebetulan. Kebetulan temen gue Arif mutusin untuk menolak ditugaskan keluar kota karena istrinya sedang hamil tua.
Di Bandung, rencananya sampai akhir Desember gue akan terlibat dalam engagement yang menangani perusahan telco flag carrier Indonesia. Memanfaatkan layanan shuttle service, gue berangkat ke Bandung setiap hari Minggu sore dan kembali ke Jakarta Jumat sorenya. Jujur aja nih, menilai dari akomodasi yang gue terima saat ini kayaknya sih bakal menikmati masa kerja di Bandung ini. Mungkin karena terakhir keluar kota gue kebagian di tengah hutan Sampit, jadi sekarang agak mengalami gegar akomodasi. Tapi, gak sampe mempengaruhi independensi lho :p
Di samping seneng2nya, secara pekerjaan sendiri engagement ini cukup menantang. Yang jelas ini special project jadi gue bisa jeda sebentar dari rutinitas audit support. Ditambah lagi, manager in-charge di proyek yang ini bekas manager gue yang kemudian pindah ke EY-AU. Harapannya sih dia bisa menularkan pengalaman2 di EY-AU.
Oke, nanti gue sambung lagi kalau ada waktu. Mudah2an sih suasana dan kerjaan di Bandung bisa memperbaiki kembali semangat gue yang sempat melemah belakangan ini.
