Rindu Rasul
Posted by aresto on March 31, 2008
Gue menyempatkan sebagain waktu libur panjang kemarin dengan skimming Sirah Nabawiyah dan beberapa buku lain di rumah yang membahas kebidupan Nabi Muhammad. Selain karena momen libur Maulid, gue agak terlecut setelah Rabu minggu lalu mengikuti bedah buku Muhammad: Super Leader Super Manager di Masjid Telkom. Kebetulan yang membedah langsung pengarangnya, Dr. Syafi’i Antonio.
Ustadz Antonio bilang kalau sirah itu bagi dia termasuk bacaan ajaib, karena setiap kali kita membacanya selalu ada mutiara pelajaran baru yang kita temukan. Sejarah hidup Rasul yang hidup berabad lampau seperti selalu aktual ketika ditarik ke kini.
Dan memang setelah kemaren baca2 ada hal2 lama tapi seakan jadi baru lagi. Pertama, gue baru ngeh betapa AlQur’an dan sirah seperti berulang2 menggambarkan Muhammad dari suatu perspektif “jalan tengah”. Di satu sisi ada sosok Nabi terakhir yang malaikat saja bershalawat untuknya, di satu sisi kita disodorkan dengan fragmen2 kehidupan Muhammad ketika dia bergelut dengan tarikan-tarikan kemanusiannya hingga kadang ditegur langsung oleh Allah. Gue menganggap konsistensi AlQur’an dan sirah dalam menggambarkan Nabi demikian karena kita harus tanggap kepada suatu tuntutan, bahwa Muhammad adalah suri teladan yang baik.
Akan salah kalau kita justru menempatkan Nabi di suatu puncak yang tak tersentuh, kemudian menganggap standar yang telah digariskannya tak pernah dapat kita capai. Sikap ini selain bisa membuat kita lebih permisif dalam melayani dorongan nafsu kita juga membuat kita enggan benar2 berusaha memperbaiki diri kita. Padahal, yang diminta justru sebaliknya. Bagaimana pribadi Muhammad dalam seluruh aspek dan konteks hidupnya menjadi benchmark bagi diri kita.
Sekarang coba deh, di tengah kegalauan kita merindukan adanya sosok yang dapat kita teladani, luangkan waktu untuk sendirian dengan Rasul untuk mendapatkan akses istimewa pikiran, perasaan dan tindakannya. Buat yang bosan dengan sirah klasik, selain buku barunya Ustadz Antonio, Rasul Zaman Kita karangan Dr. Tariq Ramadhan atau Nabi Zaman Kita-nya Karen Armstrong layak jadi pembuka mata.
Muhammad itu hanya seorang rasul, sungguh telah berlalu beberapa rasul sebelumnya. Maka seandainya dia mati atau terbunuh, apakah kamu lalu berbalik ke belakang? Padahal barangsiapa berbalik ke belakang, maka tidak akan ia menyusahkan Allah sedikit pun;dan Allah akan membalas mereka yang mensyukuri nikmatnya(3:144)

zidni said
menggambarkan Nabi demikian karena kita harus tanggap kepada suatu tuntutan
Seandainya Rasul masih ada ditengah-tengah kita dan mengajarkan bagaimana melakukan hal di atas…
Rasulullah kami ummatmu
Walau tak pernah melihat wajah mu
Kami coba mengingatimu
Dan kami cuba mengamalsunnah mu
The Zikr, Rasulullah
papabonbon said
Akan salah kalau kita justru menempatkan Nabi di suatu puncak yang tak tersentuh, kemudian menganggap standar yang telah digariskannya tak pernah dapat kita capai.
===
oom, justru karena merasa bisa melakukan perkawinan yg gak perlu sempurna sempurna amat, orang dengan mudah melakukan poligami.