Solusi Hemat Rantang Merah
Posted by aresto on June 18, 2009
Salah satu yang terasa beda setelah pulang dari Bandung adalah masalah makan
Di Bandung, bisa dibilang kesempatan untuk wisata kuliner setiap kali makan, gratis pula. Setelah di Jakarta, tentunya kebiasaan tersebut ngga bisa diteruskan karena bisa berbahaya buat kesehatan kantong.
Mencari makan siang yang lumayan enak, bersih, dan terjangkau di wilayah SCBD termasuk cukup sulit. Ralat, gampang sih sebenarnya. Yang bikin sulit adalah parameter berapa ongkos maksimal yang mau gue keluarkan untuk keperluan makan ..hehehe. Dulu sebelum ke Bandung, tempat makan favorit gue adalah kantin di tempat parkir gedung S.Widjojo. Cuma membayar Rp 9000. kita bisa mendapatkan paket nasi+sayur+lauk utama+lauk tambahan. Sayangnya, gak tahu sejak kapan kantin itu sekarang sudah dibongkar.
Untunglah, solusi masalah makan siang gue datang dalam bentuk rantang merah. Gak tahu sejak kapan juga, sekarang ada ibu2 datang menawarkan katering yang dijual dalam rantang plastik merah. Paket nasi+sayur+lauk utama+lauk tambahan bisa didapat dengan Rp 9000. Tambah 2000 lagi kita bisa dapat seplastik besar krupuk dan sebuah pisang. Murah kan ? Wajar aja rantang merah ini jadi komoditi yang laku keras, seperti ditunjukkan gambar oknum2 berdasi yang sedang makan siang berikut.


yok said
nda bawa bekel aja to ?
aku semenjak “infeksi saluran pencernaan” sekarang tiap hari kuusahain bawa bekel dari kos :p
dian said
Wah, ini kok sama ya sama saya kasusnya. Kebetulan kantor saya di daerah Thamrin, biasanya makan siang di seputaran Sabang, tapi harus siap dengan konsekuensi sakit perut ato sakit hati karena harganya mahal, hehehe..dan lagi karena pilihan makanan yang bersih dan murah sedikit sekali, makanya terbantu sekali sama makanan rantang yang model beginian. Harganya juga sama, 9000an..pake rantang merah atau biru.. eh, atau jangan2 disupply oleh orang yang sama nih?
Iems said
Iya memang rantangan lebuh murah di tempat ku dulu cuma 800an tapi kalau sekarang gratis soalnya catering hehehehe