aresto in-depth

my words,my opinions

Archive for August, 2009

Iseng2 di Creative Solutions Award

Posted by aresto on August 22, 2009

Sambil puasa hari pertama, iseng2 nemu situs ajang Creative Solutions Award Lintasarta.

Karena kebetulan topiknya pelayanan publik, akhirnya gue gatel dan ikut menyumbang sebuah ide. Sederhana sih, gue membayangkan sebuah situs yang memungkinkan publik mengetahui dengan benderang sebenarnya anggaran belanja lembaga-lembaga layanan publik itu larinya kemana.

Silakan beri komentar tentang ide gue di sini

Posted in Office Hours | 2 Comments »

Ilmu Lentur Bos Ali

Posted by aresto on August 4, 2009

Semalam divisi TSRS mengadakan farewell party untuk Bos Ali. Ketika sesi dimana yang hadir diminta memberikan kesan dan pesan tentang Pak Ali, terasa sekali bagaimana Pak Ali sudah meninggalkan kenangan tersendiri bagi orang-orang yang pernah bekerja dengannya.

Bagi gue sendiri, kesan itu terasa sangat pribadi. Pak Alilah yang dulu mewawancarai gue saat gue ingin bergabung ke EY. Kemudian selama 4 tahun ini, gue menghabiskan sebagian besar utilisasi gue di proyek-proyek advisory yang memang menjadi porsi Pak Ali di TSRS. Sepanjang waktu itu tentu saja banyak momen-momen yang jadi catatan tersendiri dalam kehidupan profesional gue.

Salah satu yang gue inget adalah suatu hari di masa junior gue. Waktu itu gue dan beberapa teman berangkat ke klien dengan menumpang mobil Pak Ali. Gue gak inget detail perbincangan waktu itu, yang jelas di suatu waktu Pak Ali bergurau,”Btw, jangan pada patah semangat ya ngeliat mobil SM di EY cuma Avanza” kemudian dia meneruskan “Hidup sederhana tuh pilihan”. Kita ketawa bareng waktu itu,menikmati momen humor sufi yang memang sering banget Pak Ali lontarkan. Dan begitulah Pak Ali yang sederhana, sampai resignnya pun dia menjadi satu2nya bos yang kadang bertemu di halte ketika menunggu bis pulang. Pak Ali menunggu feeder ke Kemang Pratama, sementara gue menunggu patas ke Depok.

Soal legacy, bagi gue pelajaran terpenting dari Pak Ali bukan tentang IT Governance atau EY IT Effectiveness Methodology. Nope, pelajaran terpenting justru tentang kelenturan. Sesuatu yang dia tunjukkan dalam berbagai kesempatan sepanjang kami bekerja bareng.

Kelenturan adalah tentang bagaimana kita bisa membawa diri dalam berbagai situasi dan lingkungan. Ini tentang me-manage ekspektasi dari berbagai pihak dengan karakter yang berbeda-beda. Juga tentang mengeksplorasi batasan-batasan dari framework atau leading practice untuk bisa men-deliver solusi yang wise untuk problema klien.

Gue sudah melihat bagaimana Pak Ali menunjukkan ini dalam berbagai dinamika engagement di klien. “Menjinakkan” klien yang ndableg, menjawab berbagai pertanyaan klien yang gue yakin dia sendiri belum tentu tahu jawabannya, sampai meramu solusi untuk keruwetan masalah klien yang seperti simpul Gordian.

Dalam prosesnya, gue paham bahwa menjadi lentur bukan berarti plintat-plintut atau mencla-mencle. Menjadi lentur justru harus didasari bekal yang kuat dan kepercayaan diri tinggi terhadap bekal yang kita miliki itu. Loe gak akan bisa lentur selama belum bisa ngebedai mana yang bisa dikompromikan dan mana yang tidak.

Terima kasih untuk semuanya, bos Ali. Good luck on your next journey, mudah2an kita bisa terus keep in touch.

Posted in Office Hours | 1 Comment »