aresto in-depth

my words,my opinions

Seminggu untuk Selamanya (Insya Allah)

Posted by aresto on February 5, 2011


Apakah Aresto akhirnya bertemu dengan si dia? Siapakah si dia yang menunggu di tikungan? Akankah cerita ini berakhir bahagia? Temukan jawabannya di akhir posting ini:P

Bagian dari kebetulan yang sempat disinggung di posting terakhir adalah peluang gue untuk bertemu dia minggu terakhir bulan Desember. Dia ternyata ada jadwal untuk proyek di Indonesia selama dua minggu terakhir tahun 2010, mendengar informasi ini gue langsung mengubah jadwal kepulangan meskipun harus menambah ongkos sedikit. Ada windows of opportunity, bakal nyesel kalo gue tidak bisa memanfaatkan :)

Hmm walaupun sebenarnya sudah kenal sejak kuliah, tetap saja tanggal 26 Desember kemarin adalah kali pertama gue dan dia bertemu lagi sejak 5-6 tahun lalu. Syukurlah hari pertama berlalu cukup baik. Dengan segala awkwardness yang menempel, gue dan dia makan siang bareng, bertukar oleh2, dan menonton musikal Laskar Pelangi. Bagian paling penting di hari itu adalah kesempatan gue untuk pertama kalinya memperkenalkan diri ke kedua ortunya. Sesuatu yang belakangan gue denger cukup mengejutkan papanya, karena tidak mengira putrinya tiba2 mengenalkan seorang cowok :)

Dua-tiga hari berikutnya kami seperti melakukan airport test. Tahu kan? Pertemuan dan interaksi untuk menguji apakah kita bisa tahan menghabiskan waktu 12 jam dengan seseorang jika terpaksa harus terdampar di sebuah airport asing. Tentu saja jangka waktu yang jadi pertimbangan saat itu bukan sekadar 6-12 jam, tapi the rest of our lives :)

Selain memberi kesempatan diri kami melakukan decision process, hal yang sangat penting tentunya adalah rasa nyaman dengan keluarga masing-masing. Kita berdua sadar, kalau proses melebur itu akan terjadi, bukan hanya melibatkan dua orang, tapi dua keluarga besar. Alhamdulillah, dari pertemuan yang jumlahnya sangat sedikit rasanya kami punya kesan positif tentang keluarga pihak lain. Begitu juga antar keluarga terasa tidak ada hal serius yang mengemuka jadi ganjalan.

Sejak bertemu pertama kali di hari Senin, gue sudah mengungkapkan niat gue yang sudah memutuskan untuk meneruskan proses sejauh memungkinkan selama seminggu itu. Alhamdulillah, semuanya terasa lancar dan di malam tahun baru gue mengungkapkan niat gue untuk meminang dia ke kedua orang tuanya. Malam itu gue mengungkapkan cerita bagaimana cerita terjalin antara gue dan dia, keyakinan bahwa dia partner yang tepat untuk membentuk keluarga yang akan jadi unit terkecil perubahan masyarakat, dan janji kami berdua untuk insya Allah bisa saling menghebatkan. Setelah mendapatkan jawaban ya dari dia dan keluarganya, hari Minggunya gue datang lagi dengan keluarga untuk acara lamaran formal kecil-kecilan. Senin malamnya dia sudah harus terbang lagi ke Inggris dan baru bisa kembali menjelang pernikahan kami yang direncanakan insya Allah bulan Oktober.

Mereka yang mendengar cerita kami biasanya berkomentar tentang cepatnya proses yang kami jalani. Tapi, percaya deh buat kami yang mengalami ini proses panjang yang sebagian kami timbang dengan rasional, di bagian lain kami coba dengarkan kata hati, dan sebagian besar kami serahkan kepada Yang Maha Berkehendak. Buat kami proses ini masih jauh dari selesai, jalan masih sangat panjang dan berbagai kompleksitas pasti menunggu. Hmmm yang jelas kami yakin berdoa dan berusaha adalah syarat keajaiban dan kemudahan. La hawla wala quwwata illa billah, hasbunallah wa ni’mal maula wa ni’man nashir.

Oh ya tentang siapa dia, coba cermati nama yang tiba2 gue mention di posting gue belakangan ;) Doakan kami yah…

Advertisement

4 Responses to “Seminggu untuk Selamanya (Insya Allah)”

  1. Nuri said

    Yang paling sering di-mention kyknya anjar deh.. Btw, congrats To. Mudah2an dilancarkan.. Cerita lo mirip cerita gue :D (kalo lo seminggu, gue dua minggu *curcol*)

  2. Aresto said

    Hehehe masa anjar ..thanks Nuy doanya.

    Hmm sepwrtinya cerita Nuri seru juga

  3. Lucky Novembrianti said

    Aresto…

    Salam kenal,
    Saya alumni EY nih.. sayang gak punya kesempatan banyak untuk diskusi dan ngobrol sama Aresto waktu masih di EY. Tapi sepertinya pas proyek2 Telkom sempet bareng bentar.

    Gak sengaja, sebenernya lagi cari blognya Fahrul Fauzan, ehh tiba2 bisa masuk ke Blog kamu.

    But anyway, Baru baca beberapa “posting” an nya saja sudah bisa menilai seperti apa seorang Aresto. Dengan segala integritas, keyakinan, pesan moral dan usungan perubahannya! Hebat! i salute you Man..

    Congrats buat perjalanan cintanya, sepertinya sudah siap diangkat ke layar lebar… hehehe!

    Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.